Translate

Kamis, 30 Juni 2016

Mengenal Lebih Dalam SW, HW dan HW+ Decoder pada MX Player

Mengenal Lebih Dalam SW, HW dan HW+ Decoder pada MX Player



MX Player.
 Hallo kerabat Gembos Nge-Blog! Apa kabarnya? Ya. Di kesempatan kali ini Saya akan menyajikan tulisan segala sesuatu tentang MX Player dan bicara tentang MX Player, siapa yang tidak mengenalinya. Aplikasi pemutar video ini adalah satu-satunya aplikasi pemutar video yang mampu mengatur berapa core atau inti CPU yang akan aktif saat memainkan konten baik lokal maupun streaming, selain itu, juga memiliki keluwesan dalam menentukan proses decoding. Sekedar berbagi cerita. Saya telah menggunakan MX Player sejak awal Saya menjadi Droiders, sebutan untuk pengguna ponsel pintar Android. Saat itu ponsel pintar Android pertama Saya adalah Samsung Galaxy Ace Plus

 Bukannya tanpa kebingungan saat pertama kali mengoperasikan MX Player terlebih saat dihadapkan pada ragam pilihan decoder dan pada penentuan codec ubah suaian. Mulai disitulah. Saya mempelajari tentang System on Chips (SoCs). Hanya MX Playerlah yang memberikan fasilitas decoding, HW+. Menurut Saya, fasilitas tersebut begitu spesial mengingat hampir kesemua aplikasi pemutar video hanya memberikan fasiliats decoding SW dan HW. 

Rabu, 22 Juni 2016

Tambahkan Filter Pelindung Mata di Perangkat Android

Tambahkan Filter Pelindung Mata di Perangkat Android 


 Hallo kerabat Gembos! Apa kabarnya? Kita semua sudah sering kali mendengar himbauan, jangan terlalu sering menatap layar ponsel. Bahkan saat akan pergi tidur. Kita benar-benar disarankan untuk tidak menatap layar ponsel karena dapat menggangu hormon yang ada didalam tubuh dan akan berdampak pada sulit tidur. Dulu mungkin Kita akrab dengan kalimat polusi udara namun nyatanya polusi tak hanya polusi udara, kini ada polusi cahaya dan juga polusi suara.

Filter Pelindung Mata.

 Layar ponsel, komputer jinjing atau laptop maupun layar pesawat televisi mengeluarkan yang namanya sinar biru saat beroperasi. Sinar biru inilah yang membuat mata menjadi cepat lelah dan pada akhirnya menyebabkan rabun pada mata. Dampak sinar biru juga mampu menggangu jam tidur Kita. Itu sebabnya Kita benar-benar disarankan, saat akan pergi tidur, jangan menatap layar ponsel untuk membaca surel ataupun yang lainnya bila ingin mendapatkan kualitas tidur yang bagus.

Jumat, 17 Juni 2016

Radsone, Upgrade Flat Digital Sound to Natural Music!!!

Radsone, Upgrade Flat Digital Sound to Natural Music!!! 


Radsone.
Hallo kerabat Gembos! Apa kabarnya? Semoga baik-baik saja ya. Pada kesempatan kali ini. Kami akan memperkenalkan salah satu aplikasi pemutar musik, yang menurut Kami sangat bagus bahkan jauh lebih bagus dari Google Play Music, bernama Radsone. Sudah Kita ketahui bersama bahwa pemutar musik bawaan entah itu Google Play Music dari Android maupun dari vendor ponsel pintar, kecuali Walkman, memberikan hasil suara yang jauh dari apa yang diharapkan. Bagi penikmat musik. Jelas, kualitas suara yang dihasilkan dari ponsel pintar menjadi samgat penting dan tidak bisa ditawar. 

Memang, untuk menghasilkan suara yang jernih dan alami dibutuhkan komponen lain yang berkualitas pula seperti aplikasi pemutar musik itu sendiri, earphone ataupun speaker dan juga sistem operasi yang berjalan diatas piranti perangkat kerasnya. Piranti perangkat keras dalam hal ini adalah ponsel pintarnya, harus terintegerasi dengan sebuah chip DAC a.k.a Digital to Analog Converter karena akan menjadi penentu dari bagus tidaknya suara yang akan dihasilkan. Menariknya. Sebuah ponsel pintar lengkap dengan sebuah chip DAC dibanderol dengan harga yang tidak murah. Berikut beberapa nama dan tipe ponsel pintar yang ditujukan bagi audiophile a.k.a penikmat musik, diantaranya : Meizu MX4 Pro dan iPhone 6S. Ponsel-ponsel pintar tersebut sudah terintegerasi dengan chip DAC. Meizu MX4 Pro dibekali dengan sebuah chip DAC ESS ES9018K2M bikinan ESS Technology dan juga chip professional operational amplifiers OPA1612 bikinan Texas Instruments. Bagi penikmat musik. Tentunya sudah tidak asing dengan chip-chip tersebut terlebih lagi pada si-empunya chip.

Selasa, 14 Juni 2016

System on Chips (SoCs) - II

System on Chips (SoCs) - II 


MediaTek.
 Di sebuah tulisannya, System on Chips (SoCs), Kawan Saya telah menjelaskan secara sederhana tentang apa itu SoCs sekaligus juga memberikan informasi telepon pintar apa saja yang menggunakan SoCs bikinan Qualcomm, yang mereka sebut dengan Snapdragon. Siapa sih yang tidak mengenal atau akrab dengan Qualcomm. Sangat mudah menjumpai kata Qualcomm pada kemasan telepon pintar Android. Tak hanya ponsel pintar "rasa" luar negeri saja yang menggunakan Qualcomm Snapdragon sebagai otak untuk ponsel pintarnya. Beberapa produsen ponsel pintar dalam negeri pun turut menggunakan Qualcomm Snapdragon sebagai otak untuk ponsel pintar bikinannya, salah satunya adalah SmartfrenKekurangan dari desain prosesor milik Qualcomm, baik Scorpion dan Krait adalah keduanya tidak bisa ditempatkan pada mode big.LITTLE meski kedua prosesor tersebut sama-sama ber-ISA-kan ARMv. Berbeda dengan prosesor terbaru QualcommKyro, yang dapat dikonfigurasikan big.LITTLE.

Selasa, 07 Juni 2016

2 External Equalizer Android yang Direkomendasikan (III)

2 External Equalizer Android yang Direkomendasikan (III) 


Music Android.
 Hai! Kerabat Gembos. Apa kabar? Baru puasa hari pertama nih, bagaimana puasanya? Semoga lancar ya sampai akhir. Baik. Tulisan kali ini merupakan lanjutan dari tulisan Saya sebelumnya, 2 External Equalizer Android yang Direkomendasikan (II) dan sekaligus menjadi pelengkap dari tulisan 3 Aplikasi Pemutar Musik Android yang Disarankan (III). Tanpa membuang-buang waktu lagi, Saya mulai tulisannya.

 Pada tulisan Saya kali ini, Saya berikan lagi beberapa daftar aplikasi external equalizer yang disarankan. Bicara tentang aplikasi external equalizer, apa Kalian sudah menentukan atau mungkin bahkan telah memasang salah satu dari aplikasi external equalizer yang telah Kami himpun daftarnya? Jika belum dan lebih memilih untuk menunggu kelanjutannya, itu keputusan yang sangat tepat. Pasalnya. Perkembangan aplikasi-aplikasi external equalizer kini kian hari kian pesat. Tidak ada yang mendominasi untuk kategori external equalizer dan imbasnya tak sedikit dari droiders yang kebingungan dalam menentukan aplikasi external equalizer mana yang tepat untuk ponsel Androidnya.

Kamis, 02 Juni 2016

Menjumpai Foobar2000 di Android

Menjumpai Foobar2000 di Android 


Foobar2000.
 Semakin terkenalnya Android dan semakin banyaknya produsen ponsel yang mengadopsi Android, ini membuat banyak pengembang piranti perangkat lunak bekerja untuk menyesuaikan piranti perangkat lunaknya agar bisa berlari di sistem operasi Android. Terlebih ditambah dengan proyek Google dengan produsen ponsel lokal yang bertajuk Android One. Bak jamur di musim hujan, proyek tersebut membuat makin banyaknya bermunculan produsen-produsen ponsel lokal yang ikut meramaikan pasar ponsel pintar namun dengan harga yang bersahabat dan jika para pengembang piranti lunak tidak melakukan penyesuaian, bukan tidak mungkin pamor piranti perangkat lunak mereka akan memudar. 

 Bicara mengenai Android One. Android One adalah proyek Google yang bekerja sama dengan sejumlah produsen ponsel lokal untuk menciptakan ponsel pintar Android terjangkau tapi mempunyai aksesibilitas yang mumpuni. Indonesia, India dan Turki adalah sejumlah negara yang telah sepakat dengan proyek Google tersebut. Di Indonesia sendiri ponsel ber-Android One sudah diluncurkan, tercatat ada tiga merek pendukung yakni Nexian, Evercoss dan Mito (sumber : CNN Indonesia). 

 Kembali ke topik. Menurut Saya Foobar2000 sangat terlambat menyapa penggemarnya di platform Android bila dibandingkan dengan pesaingnya, Winamp. Kemampuan Foobar2000 sudah tidak dipungkiri lagi. Oleh karenanya Saya menyematkan Foobar2000 kedalam daftar 3 Aplikasi Audio Player Direkomendasikan Selain Winamp. Saya dan kawan Saya juga telah memberikan langkah-langkah pengaturan lebih lanjut Foobar2000 dalam tulisan, Hi-Res Audio on Foobar2000 (I) dan (II) dan tepat di Hari Selasa, 10 Mei 2016 lalu. Tim pengembang akhirnya merilis Foobar2000 mobile untuk iOS, Android dan Windows 10. Dikarenakan masih berstatus preview. Ada beberapa bagian dari Foobar2000 yang kurang optimal salah satunya desain antar-muka yang sedikit kaku.