Translate

Selasa, 29 Maret 2016

Laptop AMD Kelas Bawah untuk Sistem HTPC

Laptop AMD Kelas Bawah untuk Sistem HTPC


AMD APU A8 Series. (Gambar diambil dari JagatReview)
Hai! Kerabat Gembos. Apa kabar? Cerita sedikit ya. Pada postingan kali ini. Lagi-lagi, Saya merasa kesulitan buat menentukan judul postingannya. Tapi biarlah kesulitan tersebut Saya alami sendiri, yang terpenting kerabat Gembos tetap terbantu dengan adanya postingan ini. Sering Saya menuliskan kata HTPC pada setiap tulisan - tulisan Saya terlebih ketika tulisan Saya sudah menyangkut piranti perangkat keras. Bicara mengenai HTPC, apa sih HTPC itu? HTPC adalah kependekan dari Home Theater Personal Computer atau sebuah sistem komputer, biasanya komputer meja, yang dirancang sedemikian rupa untuk menangani konten - konten multimedia seperti memainkan video dan audio beresolusi tinggi.

Dahulu. Bila ingin memiliki sebuah sistem HTPC harus berbasiskan komputer meja atau desktop PC. Namun zaman telah berubah dan teknologipun ikut berkembang. Kini banyak ditemukan laptop atau notebook yang dapat diandalkan sebagai sistem HTPC. Bisa ditebak apa keuntungan yang seketika itu terasa saat memiliki sistem HTPC adalah "ringan". Tidak dibutuhkannya lagi CD/DVD Player, Console Game dan komputer meja atau desktop PC secara terpisah. Semua sudah menjadi satu, hiburan dan produktivitas, dalam sistem HTPC. Jika sebelum ini Kamu akrab dengan istilah gaming system. Disini Kamu mengenal sesuatu yang baru yaitu HTPC system. 

Selama Saya berkutat dalam dunia HTPC. Ada perbedaan karakteristik antara Gaming System dengan HTPC System namun keduanya tetap memiliki kesamaan yakni sama - sama tidak bisa disepelehkan dalam penentuan piranti perangkat kerasnya. Masih banyak yang terkuras konsentrasinya untuk urusan pemilihan kartu grafis saat akan membangun Gaming System tapi perlu diingat, 'sebuah kartu grafis membutuhkan "kekuatan" dari sebuah prosesor'. Sama halnya pada HTPC System. Tak jarang HTPC System mengharuskan calon penggunanya untuk menentukan akan menggunakan prosesor dengan konsep prosesor multi-cores atau multi-threads.

Meski teknologi terus diperbarui tapi persyaratan minimun sebuah HTPC System tidak bisa ditawar. Sebuah komputer jinjing/laptop dengan jeroan prosesor multi-cores atau multi-threads, dukungan RAM hingga 8GB dan chip video dengan memory dedicated sebesar 1GB baru bisa dikatakan sudah menggapai titik kenyamanan dalam menikmati konten - konten multimedia.  Lalu laptop-laptop apa sajakah yang sanggup menyajikan konten - konten multimedia dengan apik? Salah satunya adalah  

Lenovo Z series, terbagi menjadi 2 seri yaitu Z40 dan Z50. Lenovo Z series menawarkan 4 varian AMD APU yaitu FX-7500, A10-7300, A8-7100 dan A6-7000. Keempat APU tersebut termasuk dalam APU Kaveri. Memberikan slot RAM sebanyak 2 buah mendukung hingga 16GB DDR3/DDR3L 1600MHz (2x8GB). Menariknya. Lenovo turut memberikan grafis diskrit pada jajaran laptop Z seriesnya sehingga memungkinkan untuk melakukan Dual-Graphics.

Mungkin Kalian akan sedikit kebingungan mendapati keterangan grafis R6 M255DX atau R6 M255 ketika membeli Lenovo Z40-75 2FID. Saya jelaskan perlahan namun terlebih dulu yang harus Kalian pahami adalah tidak ada yang unsur pembohongan. R6 M255DX atau R6 M255 merupakan hasil Dual-Graphics antara iGPU APU A10-7300 dengan grafis diskrit Radeon R5 M230. Yang harus menjadi catatan disini adalah Dual-Graphics tidak memberikan dampak pada sistem HTPC. Pemilik sistem HTPC harus mengetahui rincian teknis, terutama versi UVD dari iGPU dan grafis diskrit Radeon yang digunakan. Sedihnya. Informasi mengenai versi UVD pada grafis diskrit Radeon platform laptop/mobile tidak diberikan dengan jelas jadi Saya tidak bisa menjawab bila ditanya versi UVD pada grafis diskrit R5 M230.


Sebagai tambahan bila Kalian mendapati keterangan grafis sebagai berikut : 

R7 M260DX. Untuk yang satu ini, Kalian harus pastikan ada atau tidaknya kata DX setelah angka terakhir.  Pasalnya Radeon juga mempunyai varian grafis diskrit platform laptop/mobile R7 M260. Bila bisa dipastikan R7 M260DX, itu merupakan Hybrid CrossFireX/Dual-Graphics antara iGPU A10-7300 dengan grafis diskrit R5 M240 atau R5 M255. Bisa juga antara iGPU A8-7200P dengan grafis diskrit R5 M230 atau perpaduan antara iGPU FX-7500 dengan R5 M230.

R6 M255DX. Selain didapat dari perpaduan iGPU A10-7300 dengan grafis diskrit R5 M230, R6 M255DX juga didapat dari Dual-Graphics iGPU A8-7100 dengan R5 M230 atau dengan R5 M255

Saya berusaha memberikan informasi seakurat mungkin mengenai seri - seri laptop dan juga nomer modelnya. Pasalnya setiap vendor laptop tidak hanya mengeluarkan satu seri dengan satu nomer model saja. Salah satu contohnya seri Lenovo G40-45 yang merupakan varian dari Lenovo G40. Laptop tersebut tak hanya menawarkan ragam "jeroan" milik AMD tetapi juga milik Intel
Bila Lenovo G40-45-1SID menawarkan dapur pacu APU seri A8, lain halnya dengan Lenovo G40-45-75ID yang menawarkan dapur pacu APU seri A6. Lenovo G40-45 sendiri ada yang disertai dengan grafis diskrit ada juga yang tidak. Contoh lainnya Lenovo G40-30-6FID memberikan jeroan Intel Celeron N2840 dan Lenovo G40-70-4334 memberikan jeroan Intel Celeron N2957U. Sedangkan Lenovo G40-80-2EID memberikan dapur pacu Intel Core i3-4030U.  

Berikut tabel daftar Laptop AMD Kelas Bawah untuk konten video 1080P beserta versi UVD iGPUnya.

APU series







Beema A8-6410 UVD4.2
Richland A8-5545M UVD3.2
Carrizo-L A8-7410 UVD4.2
Trinity A8-4500M UVD3.2
Richland A10-5745M UVD3.2
Kaveri A10-7300 UVD4.2
Brand and Type
HP Beats 15-P017AU
Acer E1 451G-84505G50


Asus K55DR-SX152D









Sebuah APU dengan kemampuan iGPU UVD4.2 sudah cukup untuk dijadikan teman asik menonton koleksi-koleksi film. Saran dari Saya. Tidak usah memaksakan membeli laptop dengan dua chip grafis kalau hanya sekedar untuk menikmati film. Baik. Sekian yang bisa Saya berikan. Semoga tulisannya berguna dan bisa menjadi rujukan bagi siapa saja terutama yang ingin mempunyai laptop untuk dijadikan sebagai sistem HTPC..